Friday, July 16, 2010

protege moi ( protect me )



20 menit sebelum tengah malam. Aku  matikan lampu kamar dan tinggal cahaya dari monitor yang menerangi ruangan 3x3 bernyamuk. Sehari tadi cukup melelahkan, seninggu kemarin sangat menguras kesabaran, sebulan kemarin entah apa yang dipertaruhkan sampai aku tidak bisa mengingatnya lagi.
Menatap langit kamar yang samar aku menerawang, mengevaluasi apa saja yang salah dan apa saja yang benar. Belum genap aku mengevaluasi, terasa kaku dan panas telapak kaki seolah meronta untuk berkata “ aku sangat lelah kawan..” dan jika si kawan mendengar perkataan si kaki, maka si kawan akan segera melepas si kaki..meletakkannya ditempat yang nyaman untuk sejenak beristirahat. Belum genap si kaki mengiba..si telinga berbisik pada kawan..”kawan aku lelah mendengar, ijinkan aku untuk menutup setiap kata yang masuk, setiap emosi yang menyusup dari pembicaraan beramarah, mendidih, keras seperti padas.” Maksud telinga dimengerti sangat oleh sang kawan, ingin rasanya dia melepas telinga kiri dan kanan kemudian dimasukan ke kotak kedap suara biar si telinga bisa beristirahat walau sejenak. Sebenarnya sang kawan sangat menyayangi mereka, sebab mereka_kaki dan telinga_selalu menemani kawan merambat diantar angkuhnya matahari, bulan dan bintang.
“Kawan! Jikalau mereka kau ijinkan untuk beristirahat! Maka aku juga ingin untuk beristirahat! Aku dutamu! Kau harus ingat itu..aku yang setiap detik menjawab segala pertanyaan dan memberikan alasan demi alasan untuk meyakinkan setiap orang..aku yakin kamu tahu betul akan itu kawan!” dan sang kawan memang mengerti apa yang dikeluhkan si mulut. Mulut bukan saja duta yang baik terkadang dia adalah penghibur yang handal. Siulannya sangat menghibur si kawan ketika penat. Ingin rasanya si mulut dikasih dispensasi untuk istirahat didalam keheningan.
“...ehmmm, kau juga jangan melupakan aku kawan.” Si tangan ikut angkat bicara. “aku setiap hari juga selalu menjagaimu. Memberimu pegangan yang erat dari anak buahku, ya 10 jari jari itu maksudku kawan.”semakin lama setiap bagian tubuh si kawan berunjuk kata untuk mengatakan butuh istirahat, walau sejenak. Riuh rendah terdengar seperti pasar malam, tepatnya pasar tengah malam lebih delapan menit. Karena jam komputer ini menunjukan angka 00.08.
Teman, sahabat, dan kawanku semua aku ijinkan kalian semua beristirahat malam ini, akupun demikian, aku lelah teramat sangat, hampir mampus aku akan hari ini, ketakutan ku akan nyata di esok hari, aku Cuma memohon kepada setiap sudut indra kalian untuk menjagaiku di kalam malam ini….esok pagi langkah kita masih panjang digilas gerigi besi rona merah mata pagi. Selamat malam kawan. Protégé moi.

3 comments:

  1. keren lho tampilan barunya...cling cling mak jleger *clapping hands*

    ReplyDelete
  2. makasih kak dindie :P semua ini berkat bantuan kakak...

    ReplyDelete